PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PRALANSIA DI MAJELIS TAKLIM AS SYIFA DENGAN STIMULASI TITIK BAIHUI (GV20)
DOI:
https://doi.org/10.5281/madkjt27Keywords:
Asuhan Mandiri; Kualitas Hidup; Pralansia; Terapi Komplementer; Titik Baihui.Abstract
Penurunan kualitas hidup pada kelompok usia pralansia akibat kemunduran fungsi fisiologis dan psikologis merupakan permasalahan kesehatan komunitas yang memerlukan penanganan preventif dan promotif secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan jamaah pralansia di Majlis Taklim As Syifa melalui edukasi kesehatan dan pelatihan keterampilan asuhan mandiri berupa stimulasi titik Baihui (GV20). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang mencakup tahap sosialisasi dan penyadaran, edukasi literasi kesehatan, pelatihan teknis akupresur titik Baihui, serta pendampingan praktik mandiri berorientasi self-care. Pengabdian ini melibatkan 16 orang jamaah pralansia (usia 45–59 tahun) yang aktif dalam kegiatan keagamaan. Hasil evaluasi tingkat kualitas hidup menggunakan instrumen World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF) menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Sebelum kegiatan dilakukan, mayoritas peserta berada pada kategori kualitas hidup rendah (skor 27–39). Pasca-pendampingan dan penerapan asuhan mandiri, terjadi peningkatan drastis di mana seluruh peserta mencapai rentang skor kualitas hidup 69 hingga 98. Program ini terbukti efektif meningkatkan kemandirian masyarakat dalam merawat kesehatan diri, meredakan keluhan ketegangan mental dan fisik, serta menyediakan solusi non-farmakologis berbasis terapi komplementer yang aman dan berkelanjutan di tingkat rumah tangga.

