MODEL PEMBERDAYAAN KELUARGA MELALUI INVESTING IN NUTRITION AND EARLY YEARS (INEY) UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DAN GANGGUAN PERKEMBANGAN ANAK DI POSYANDU DESA WARU

Authors

  • Luluk Widarti Widarti Poltekkes Kemenkes Surabaya Author
  • Dony Sulistiono Poltekkes Kemenkes Surabaya Author
  • Muhammad Afif Hilmi Masyfahani Poltekkes Kemenkes Surabaya Author
  • Alfi Maziyah Poltekkes Kemenkes Surabaya Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/a4jv0w92

Keywords:

Perkembangan anak , stunting, gizi anak, pemberdayaan keluarga

Abstract

Abstrak 

Stunting dan gangguan perkembangan anak masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat dengan target nasional prevalensi stunting Indonesia pada tahun 2025 adalah 18,8%, sedangkan target tahun 2029 sebesar 14,2% sesuai RPJMN dan permasalahan tersebut dipengaruhi oleh rendahnya pemenuhan gizi, praktik pengasuhan yang belum optimal, serta keterbatasan pemantauan pertumbuhan anak di Posyandu. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan model pemberdayaan keluarga melalui Investing in Nutrition and Early Years dalam pencegahan stunting dan gangguan perkembangan anak di Posyandu Desa Waru. Metode yang digunakan meliputi edukasi pemanfaatan makanan tambahan lokal, pendampingan pemberian makanan pendamping air susu ibu, edukasi pemeriksaan kehamilan dan pemantauan pertumbuhan balita, pelatihan kader, bimbingan pencatatan dan pelaporan, serta asistensi peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus hingga November 2024 dengan sasaran ibu hamil, balita, keluarga, dan kader Posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh balita telah dipantau pertumbuhannya setiap bulan, cakupan pemberian air susu ibu eksklusif dan makanan pendamping air susu ibu tercapai sesuai sasaran, kader memperoleh peningkatan keterampilan melalui pendampingan berkelanjutan, dan cakupan imunisasi dasar lengkap pada balita meningkat. Model pemberdayaan keluarga melalui Investing in Nutrition and Early Years telah mendukung penguatan pelayanan Posyandu dan upaya pencegahan stunting berbasis masyarakat.

 

Abstrak

Stunting dan gangguan perkembangan anak tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat, dengan target nasional Indonesia untuk prevalensi stunting ditetapkan sebesar 18,8% pada tahun 2025 dan 14,2% pada tahun 2029, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Masalah ini dipengaruhi oleh asupan gizi yang tidak memadai, praktik pengasuhan anak yang suboptimal, dan pemantauan pertumbuhan anak yang terbatas di klinik Posyandu. Inisiatif ini bertujuan untuk mengembangkan model pemberdayaan keluarga melalui pendekatan “Investasi dalam Gizi dan Tahun-Tahun Awal” untuk mencegah stunting dan gangguan perkembangan pada anak-anak di Posyandu Desa Waru. Metode yang digunakan meliputi pendidikan tentang penggunaan makanan pendamping lokal, bimbingan tentang pemberian makanan pendamping ASI, pendidikan tentang pemeriksaan prenatal dan pemantauan pertumbuhan balita, pelatihan bagi relawan kesehatan, bimbingan tentang pencatatan dan pelaporan, serta bantuan dalam meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap. Kegiatan ini dilaksanakan dari Agustus hingga November 2024, dengan target ibu hamil, balita, keluarga, dan relawan kesehatan Posyandu. Hasil program menunjukkan bahwa semua balita telah dipantau pertumbuhannya setiap bulan, tingkat cakupan pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping telah mencapai target, petugas kesehatan masyarakat telah meningkatkan keterampilan mereka melalui pendampingan berkelanjutan, dan tingkat imunisasi dasar lengkap di kalangan balita telah meningkat. Model pemberdayaan keluarga melalui Investasi dalam Gizi dan Tahun-Tahun Awal telah mendukung penguatan layanan Posyandu dan upaya berbasis masyarakat untuk mencegah stunting.

Downloads

Published

2026-06-09

Issue

Section

Articles

How to Cite

MODEL PEMBERDAYAAN KELUARGA MELALUI INVESTING IN NUTRITION AND EARLY YEARS (INEY) UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DAN GANGGUAN PERKEMBANGAN ANAK DI POSYANDU DESA WARU. (2026). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Ilmu Keperawatan "Optimal", 3(2). https://doi.org/10.5281/a4jv0w92