PENINGKATAN KUALITAS TIDUR SEBAGAI UPAYA MENJAGA KESEHATAN LANSIA MELALUI METODE PULES DI KOTA BANDUNG
DOI:
https://doi.org/10.5281/whjwdj41Keywords:
lansia, kualitas tidur, promosi kesehatan, pelayanan kesehatan masyarakatAbstract
Kualitas tidur merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan lansia. Gangguan tidur pada lansia dapat berdampak pada kondisi fisik, mental, dan kualitas hidup. Di Kota Bandung, permasalahan tidur pada lansia masih cukup tinggi, yang dipengaruhi oleh kondisi kesehatan kronis, faktor psikologis, serta penggunaan obat-obatan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang tepat untuk meningkatkan kualitas tidur lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode PULES (Pola tidur teratur, Usia lanjut aktif produktif, Lingkungan tidur nyaman, Efek samping obat terkontrol, serta Senam otak dan manajemen stres) terhadap kualitas tidur lansia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pretest–posttest. Sebanyak 13 lansia di Posyandu Cempaka, Puskesmas Cijagra Lama, Kota Bandung, mengikuti program edukasi tidur sehat berbasis metode PULES. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kualitas tidur lansia setelah intervensi, ditandai dengan meningkatnya proporsi lansia dengan kualitas tidur baik. Metode PULES dapat menjadi salah satu alternatif intervensi berbasis komunitas dalam meningkatkan kualitas tidur lansia. Kegiatan ini memberikan implikasi bahwa pendekatan edukatif yang bersifat holistik dapat mendukung upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan lansia. Ke depan, diperlukan pengembangan program dengan cakupan yang lebih luas dan pemantauan berkelanjutan untuk memperoleh hasil yang lebih optimal.

