PKM PELATIHAN PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KEMAMPUAN KADER POSYANDU DALAM MENGENAL TUMBUH KEMBANG BALITA DI DESA BALAI MAKAM KEC, MANDAU KAB, BENGKALIS PROVINSI RIAU.
DOI:
https://doi.org/10.5281/e2a8fd45Abstract
Kader Posyandu merupakan salah satu faktor penentu dalam posyandu bertugas untuk mengatur jalannya program dalam posyandu, kader harus lebih menguasai tentang kegiatan yang harus dijalankan atau dilaksanakan. Salah satunya bagaimana melakukan pemantauan dan deteksi dini tumbuh kembang balita di posyandu.(Indonesia, 2011). Kurangnya pemahaman mengenai stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) dapat berdampak pada rendahnya kualitas pelayanan posyandu serta keterlambatan penanganan masalah kesehatan anak.. Upaya meningkatkan derajat kesehatan anak adalah dengan melakukan pembinaan tumbuh kembang anak, Dimana usia periode emas anak secara komprehensif dan berkualitas memiliki stimulasi,deteksi,dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) anak terdeteksi dengan baik dan nornal. (Fitriyah & Hapsari, 2011), Dengan memberikan stimulasi pada anak maka kita lebih mudah mengetahui tumbuh kembang anak normal atau mengalami penurunan (Febrina & Prasetya, 2016) Kegiatan SDIDT Kini dilakukan menyeluruh dan terkoordinasi serta diselenggarakan dalam bent uk kemitraan antara keluarga, masyarakat (kader posyandu ,kader Pos PAUD, organisasi profesi,LSM) dan tenaga professional serta kebijakan yang berpihak pada pelaksanaan program (SDIDTK, 2022). Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) di Indonesia telah diperkenalkan sejak tahun 2007, untuk menghindari terjadinya resiko penyimpangan tumbuh kembang anak, (Kadi et al., 2008). Anak dengan status gizi buruk, seperti stunting, wasting, atau underweight, sering mengalami keterlambatan dalam kemampuan berpikir, mengingat, memecahkan masalah, serta kesulitan dalam konsentrasi dan proses belajar. Kekurangan zat gizi kronis juga dapat menurunkan daya tangkap anak terhadap stimulasi dari lingkungan, sehingga perkembangan bahasa, sosial, dan akademik menjadi terhambat.(Solihin et al., 2013)
Kegiatan ini dengan kerjasama antara Kementerian Kesehatan dan lkatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) (Kementerian Kesehatan RI, 2023)
Berdasarkan survey yang dilakukan di Posyandu Desa Balai makam Kecamatan Mandau diketahui 8 kader belum pernah mendapatkan pengetahuan maupun pelatihan mengenai bagaimana mendeteksi dini pertumbuhan dan perkembangan anak dan balita yang normal maupun yang abnormal.,namun,semua kader sudah mendapatkan pelatihan penggunaan dan pengisian buku KIA serta terdapat satu kader yang pernah mendapatkan penyuluhan tentang tumbuhkembanganak. Sehingga terkadang kader posyandu tidak menyampaikan kepada orang anak dan balita mengenai kemajuan ataupun kemunduran tumbuh kembang anaknya dikarenakan kurang mengetahui dalam deteksi dini tumbuh kembang pada bayi, anak dan balita, oleh sebab itu penting kiranya dilakukan pelatihan pada kader posyandu mengenai kasus diatas.
Pengabdian Kepada Masyarakat ( PKM ) ini dilaksanakan untuk memberikan mamfaat yang baik yaitu meningkatkan kesehatan di dalam masyarakat terutama pada kader posyandu yg memiliki tugas dan tanggung jawab memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat terutama menyampaikan kepada orang tua bayi, balita mengenai tumbuh kembang anaknya saat posyandu (Soetjiningsih & Ranuh, 2013)
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai dan STIKES Maharatu sebagai perwujudan peran dan tanggung jawab lembaga perguruan tinggi memberi bantuan yang sifatnya membangun kemandirian masyarakat agar mampu menyelesaikan masalahnya sendiri secara berkelanjutan. Diaman penting bagi kader untuk mendapatkan pengetahuan dalam mendeteksi dini tumbuh kembang balita dalam melaksanakan pemeriksaan Kesehatan dalam setiap kegiatan posyandu. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai memberikan kesempatan aktifitas pengabdian masyarakat khusus bagi para dosen yang ada di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan, melalui anggaran pendanaan internal yang dikelola oleh yayasan Tuanku Tambusai.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader terkait aspek pertumbuhan dan perkembangan balita, serta kemampuan dalam melakukan deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang. Selain itu, kader menjadi lebih percaya diri dalam memberikan edukasi kepada orang tua. Dengan demikian, pelatihan ini berkontribusi dalam memperkuat peran kader posyandu sebagai garda terdepan dalam pemantauan tumbuh kembang anak di masyarakat. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan anak secara optimal.

