EDUKASI PENGELOLAAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 12 MEDAN
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15876000Keywords:
Edukasi , Gangguan Menstruasi , RemajaAbstract
Menstruasi merupakan pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan dan terjadi secara berulang setiap bulan kecuali pada saat kehamilan.Kegiatan ini adalah melakukan penyuluhan tentang edukasi pengelolaan menstruasi pada remaja.Penyuluhan dilakukan dengan mremberikan materi seputar nyeri haid(dismenore),syndrom premenstruasi, aminore/berhentinya haid yang ditimbulkan dari gangguan menstruasi. Banyak remaja yang tidak memperhatikan kebersihan pada saat menstruasi. Maka dari itu, diperlukan Pendidikan kesehatan untuk suatu proses perubahan pada diri seseorang yang dihubungkan dengan pencapaian tujuan kesehatan individu, dan masyarakat. Terkait gangguan menstruasi banyak dialami oleh wanita yang menstruasi, tetapi banyak pula yang mengabaikan
Gangguan menstruasi tanpa melakukan upaya penanganan yang tepat. Kondisi tersebut bisa saja membahayakan kesehatan wanita apabila dibiarkan tanpa penanganan. Dampak gangguan menstruasi pada remaja putri meliputi rasa nyaman terganggu, aktifitas menurun, pola tidur terganggu, selera makan terganggu, hubungan interpersonal terganggu, kesulitan berkonsentrasi pada pekerjaan dan belajar. Nyeri juga memengaruhi status emosional terhadap alam perasaan, iritabilitas, depresi dan ansietas Penanganangangguan menstruasi bisa dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi. Terapi farmakologi antara lain yaitu pemberian obat analgesik, terapi hormonal, obat nonsteroid prostaglandin, dan dilatasi kanalis.Sedangkan terapi non farmakologi melalui relaksasi, kompres hangat atau dingin dan olahraga ringan. dalam pelaksanaan penyuluhan ini menggunakan metode observasi dan wawancara langsung Tujuan kegiatan ini adalah melakukan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan pendidikan kesehatan kepada remaja putri. Kegiatan ini diharapkan dapat berkembang dan terlaksana secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat mencakup kepada masyarakat luas.
Menstruation is the shedding of the uterine lining (endometrium) accompanied by bleeding, which occurs repeatedly every month except during pregnancy. This activity involves providing counseling on menstrual management education for adolescents. The counseling includes materials on menstrual pain (dysmenorrhea), premenstrual syndrome, and amenorrhea (the cessation of menstruation) caused by menstrual disorders.
Many adolescents do not pay attention to hygiene during menstruation. Therefore, health education is needed as a process of change in individuals related to achieving personal and community health goals. Menstrual disorders are commonly experienced by menstruating women, but many tend to ignore them without taking appropriate measures. If left untreated, these conditions can pose health risks to women.
The impact of menstrual disorders on adolescent girls includes discomfort, decreased activity, disrupted sleep patterns, loss of appetite, impaired interpersonal relationships, difficulty concentrating on work and studies, and emotional disturbances such as irritability, depression, and anxiety.
Menstrual disorder management can be done through pharmacological and non-pharmacological approaches. Pharmacological treatments include administering analgesic drugs, hormonal therapy, nonsteroidal prostaglandin drugs, and canal dilation. Meanwhile, non-pharmacological treatments include relaxation techniques, warm or cold compresses, and light exercise.
This counseling activity is carried out using observation and direct interview methods. The goal of this activity is to enhance adolescent girls' knowledge of health education. It is hoped that this initiative will continue and expand, benefiting a wider community.

