PROGRAM EDUKASI DAN KONSELING MKJP BERBASIS KADER DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CEMPAKA MULIA KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR UNTUK MENINGKATKAN AKSEPTOR KB JANGKA PANJANG
DOI:
https://doi.org/10.5281/nnhhsn09Abstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang pada pasangan usia subur melalui edukasi dan konseling berbasis kader. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya pemanfaatan metode kontrasepsi jangka panjang yang disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan, adanya persepsi negatif, serta kurangnya akses terhadap konseling yang efektif di masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada keluarga binaan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan kader kesehatan sebagai pendamping. Intervensi yang dilakukan meliputi pelatihan kader, edukasi langsung kepada pasangan usia subur, konseling individu, serta pendampingan melalui kunjungan rumah secara berkala. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman serta perubahan sikap yang lebih positif terhadap metode kontrasepsi jangka panjang. Selain itu, terjadi peningkatan minat dan jumlah pengguna setelah pelaksanaan kegiatan. Pendekatan berbasis kader dan keluarga binaan terbukti efektif dalam membangun kepercayaan serta mendorong perubahan perilaku secara bertahap dan berkelanjutan di masyarakat.
ABSTRACT
This community service activity aimed to improve knowledge and the use of long-acting contraceptive methods among couples of reproductive age through cadre-based education and counseling. The problem addressed was the low utilization of long-acting contraceptive methods due to limited knowledge, negative perceptions, and inadequate access to effective counseling in the community. The activity was conducted among assisted families using a participatory approach involving health cadres as facilitators. The intervention included cadre training, direct education for couples of reproductive age, individual counseling, and regular home visits. The results showed an improvement in participants’ understanding and more positive attitudes toward long-acting contraceptive methods. In addition, there was an increase in interest and the number of users after the intervention. The cadre-based and family-centered approach proved effective in building trust and encouraging gradual and sustainable behavioral change within the community.

