Edukasi tanda bahaya pada masa nifas di desa huko-huko kecamatan Pomalaa kabupaten Kolaka
DOI:
https://doi.org/10.5281/5jv20z69Keywords:
Postpartum period, health education, denger signs Postpartum, maternal knowledgeAbstract
Masa nifas merupakan periode kritis setelah persalinan yang rentan terhadap komplikasi sehingga memerlukan pemantauan dan edukasi kesehatan yang baik. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu nifas mengenai tanda bahaya postpartum di Desa Huko-Huko, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan berbasis komunitas melalui penyuluhan, leaflet, dan diskusi interaktif dengan desain pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan dari kategori kurang menjadi baik setelah intervensi edukasi yang efektif. Persentase pengetahuan baik meningkat dari 16,7% menjadi 66,7%, sedangkan kategori kurang menurun dari 58,3% menjadi 8,3%. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu nifas dan mendorong deteksi dini tanda bahaya. Pendekatan interaktif dan keterlibatan keluarga memperkuat pemahaman peserta serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap komplikasi masa nifas. Program ini diharapkan dapat menjadi strategi berkelanjutan dalam upaya penurunan angka kematian ibu melalui peningkatan kesadaran kesehatan. Serta perlu dilakukan edukasi rutin oleh tenaga kesehatan di tingkat desa untuk memastikan keberlanjutan pemahaman ibu nifas terhadap tanda bahaya postpartum. Pemanfaatan media sederhana dan pendekatan berbasis komunitas dapat meningkatkan efektivitas penyampaian informasi kesehatan secara lebih luas dan berkesinambungan. Dengan harapan peningkatan pengetahuan ini dapat menurunkan risiko komplikasi serta meningkatkan keselamatan ibu pada masa nifas secara signifikan di masyarakat desa.

