UPAYA PERBAIKAN PERUBAHAN FISIK PENDERITA STROKE MELALUI LATIHAN REHABILITASI BERBASIS RUMAH (LATIHAN ROM ) DENGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN KADER KESEHATAN
DOI:
https://doi.org/10.5281/dnqcww10Keywords:
Penderita Stroke , ROM , Keluarga, KaderAbstract
Peningkatan usia harapan hidup berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah lansia dari tahun ke tahun. Seiring bertambahnya usia, risiko berbagai penyakit degeneratif juga meningkat, salah satunya adalah stroke. Stroke merupakan kondisi matinyga sel-sel otak akibat terhambatnya aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke jaringan otak, sehingga termasuk penyakit serius yang membutuhkan penanganan medis segera (World Health Organization, 2015).Stroke merupakan salah satu penyakit yang paling sering menyebabkan penurunan kemampuan fungsional pada penderitanya sehingga menimbulkan ketergantungan dari ringan sampai berat. Penyakit stroke menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di dunia pada tahun 2015 dan penyebab kematian tertinggi di Indonesia pada tahun 2014. Prevalensi stroke di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk usia ≥15 tahun sebesar 10,9% atau diperkirakan sebanyak 2.120.362 orang (Kementerian Kesehatan RI, 2018).
Stroke merupakan salah satu penyakit yang paling sering menyebabkan penurunan kemampuan fungsional pada penderitanya sehingga menimbulkan ketergantungan dari ringan sampai berat . Pasien stroke tidak dapat sepenuhnya mandiri disebabkan adanya gejala sisa yang menyertai setelah perawatan akut untuk meningkatkan kemandirian dan meminimalisir ketergantungan klien dengan stroke perlu dilakukan penanganan stroke yang komprehensif melalui program rehabilitasi stroke
Rehabilitasi medik berperan penting dalam memperbaiki fungsi motorik dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Salah satu bentuk latihan rehabilitasi yang mudah diterapkan adalah Range of Motion (ROM) exercise, yaitu latihan pergerakan sendi untuk mempertahankan atau meningkatkan kemampuan gerak tubuh. Kegiatan ini bisa dilakukan di rumah. keberhasilan latihan ROM sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan dan dukungan lingkungan, terutama dari keluarga dan kader kesehatan di masyarakat.

