EDUKASI POLA MAKAN "ISI PIRINGKU" BERBASIS BAHAN PANGAN LOKAL ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN STATUS GIZI DAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA
DOI:
https://doi.org/10.5281/hfvs4a28Abstract
Masalah gizi pada remaja masih menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kesehatan dan fungsi reproduksi di masa mendatang. Upaya promotif melalui edukasi gizi diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan perilaku makan sehat pada kelompok usia ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi, status gizi, dan partisipasi remaja usia 15–18 tahun melalui edukasi pola makan Isi Piringku berbasis bahan pangan lokal organik. Kegiatan dilaksanakan dengan desain pre–post test tanpa kelompok kontrol pada 50 remaja. Pengukuran pengetahuan gizi dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur sebelum dan sesudah edukasi, status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U), dan partisipasi peserta dinilai melalui observasi selama kegiatan. Analisis data dilakukan dengan membandingkan nilai pre-test dan post-test menggunakan uji paired t-test, uji Wilcoxon, dan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan gizi yang signifikan setelah edukasi, dengan rata-rata skor meningkat dari 58,4 ± 10,2 menjadi 82,6 ± 8,7 (p < 0,001). Proporsi responden dengan tingkat pengetahuan kategori baik meningkat dari 16% menjadi 68%. Distribusi status gizi menunjukkan kecenderungan perbaikan meskipun belum signifikan secara statistik. Partisipasi peserta tergolong tinggi, ditunjukkan oleh lebih dari 80% responden aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Edukasi pola makan Isi Piringku berbasis pangan lokal organik efektif meningkatkan pengetahuan gizi dan keterlibatan remaja, serta berpotensi mendukung upaya peningkatan status gizi dan kesehatan remaja apabila dilakukan secara berkelanjutan.

