PENERAPAN KONSEP ZERO WASTE PRODUCTION MELALUI MEKANISASI PASCAPANEN BAWANG DAYAK GUNA MENDUKUNG PENCAPAIAN SDGS DI DESA WISATA SUNGAI BAWANG
Abstract
Desa Budaya Sungai Bawang memiliki potensi panen Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa) yang melimpah, namun tingginya angka pembusukan (food loss) akibat penanganan pascapanen tradisional masih menjadi kendala utama ekologis dan ekonomis. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan konsep Zero Waste Production melalui mekanisasi pascapanen guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode Asset-Based Community Development (ABCD) dan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 15 anggota Kelompok PKK secara langsung. Intervensi yang diberikan meliputi instalasi oven pengering termostatik, mesin penepung, dan homogenizer untuk memastikan tidak ada biomassa yang terbuang. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pemahaman literasi ekologi dan SDGs sebesar 72,0 poin, serta peningkatan keterampilan presisi mekanisasi pencegah susut panen sebesar 69,6 poin. Kesimpulannya, introduksi teknologi tepat guna ini berhasil mencegah limbah pertanian secara terukur, mengubah seluruh hasil panen menjadi lini produk awet yang bernilai jual tinggi, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi kelompok mitra.

