DETEKSI DINI FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR MELALUI SKRINING KESEHATAN PADA USIA PRODUKTIF
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.19877431Keywords:
Non-communicable diseases, health screening, productive age, early detection, community-basedAbstract
Penyakit Tidak Menular merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia dan menunjukkan peningkatan kejadian pada kelompok usia produktif. Deteksi dini melalui skrining kesehatan telah menjadi pendekatan preventif yang penting untuk mengidentifikasi faktor risiko sejak dini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko Penyakit Tidak Menular melalui pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol total, kadar gula darah sewaktu, dan kadar asam urat pada kelompok usia produktif. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan kesehatan langsung dan analisis deskriptif terhadap 155 peserta berusia 17 hingga 30 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 42,6% peserta memiliki tekanan darah sama dengan atau lebih dari 140/90 mmHg, 49,0% memiliki kadar kolesterol total sama dengan atau lebih dari 200 mg/dL, 28,4% memiliki kadar gula darah sewaktu sama dengan atau lebih dari 140 mg/dL, serta 35,5% memiliki kadar asam urat di atas nilai normal. Temuan tersebut menunjukkan tingginya prevalensi faktor risiko Penyakit Tidak Menular pada usia produktif. Kegiatan skrining kesehatan yang disertai edukasi berbasis masyarakat dinilai perlu diperkuat sebagai upaya preventif untuk menekan beban Penyakit Tidak Menular di Indonesia.
Non-communicable diseases are the leading cause of morbidity and mortality in Indonesia and have shown an increasing trend among the productive-age population. Early detection through health screening has been recognized as an important preventive strategy to identify risk factors at an early stage. This community service activity aimed to identify risk factors for non-communicable diseases through measurements of blood pressure, total cholesterol levels, random blood glucose levels, and uric acid levels among individuals of productive age. The method involved direct health examinations and descriptive analysis of 155 participants aged 17 to 30 years. The results showed that 42.6% of participants had blood pressure equal to or greater than 140/90 mmHg, 49.0% had total cholesterol levels equal to or greater than 200 mg/dL, 28.4% had random blood glucose levels equal to or greater than 140 mg/dL, and 35.5% had uric acid levels above normal values. These findings indicated a high prevalence of non-communicable disease risk factors among the productive-age group. Community-based health screening accompanied by health education needs to be strengthened as a preventive effort to reduce the burden of non-communicable diseases in Indonesia.

