EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN MAKANAN SELINGAN BERBAHAN DASAR KACANG HIJAU, KACANG MERAH, DAN IKAN TONGKOL (EUTHYNNUS AFFINIS) DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI KELURAHAN BELAWAN SICANANG
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.19877492Keywords:
stunting, edukasi, pangan lokalAbstract
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu balita dalam pencegahan stunting melalui edukasi gizi dan pelatihan pembuatan makanan selingan berbasis pangan lokal. Metode yang digunakan adalah desain pra‑post test pada 30 ibu balita di Kelurahan Belawan Sicanang, Kota Medan, yang dilaksanakan pada 30 Juli 2025. Intervensi meliputi edukasi gizi interaktif serta demonstrasi dan praktik pembuatan cookies kacang hijau dan nugget ikan tongkol‑kacang merah. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan dari 6,53 ± 2,193 menjadi 7,60 ± 1,567 (p = 0,015). Proporsi pengetahuan kategori baik meningkat dari 43,3% menjadi 56,7%. Skor sikap meningkat dari 7,33 ± 2,057 menjadi 8,20 ± 1,710, namun tidak signifikan secara statistik (p = 0,060). Kegiatan demonstrasi menunjukkan antusiasme tinggi dan kemampuan peserta dalam mereplikasi produk pangan lokal. Disimpulkan bahwa edukasi dan pelatihan berbasis pangan lokal efektif meningkatkan pengetahuan ibu balita, sedangkan perubahan sikap memerlukan intervensi berulang dan pendampingan berkelanjutan.

