EDUKASI MENYIKAT GIGI DENGAN PENDEKATAN EDUKATIF-PARTISIPATIF SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KARIES PADA MURID SDN 12 PUHUN PINTU KABUN KOTA BUKITTINGGI
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.19877929Keywords:
Edukasi, Menyikat Gigi, Karies Gigi, Anak Sekolah, Pencegahan, Education, Tooth Brushing, Dental Caries, School Children, PreventionAbstract
Usia anak sekolah merupakan golongan rawan terjadi karies gigi. Sebesar 93% anak usia dini di Indonesia mengalami gigi berlubang dan persentase untuk waktu menyikat gigi yang benar hanya 1,1%. Usia anak sekolah umumnya memiliki kegemaran mengkonsumsi makanan yang manis, cokelat, permen, dan makanan lain yang mengandung gula. Semakin tinggi konsumsi gula, semakin tinggi kejadian karies gigi. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah karies gigi diantaranya adalah melalui peningkatan pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut, dan tindakan menyikat gigi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SDN 12 Puhun Pintu Kabun Kota Bukittinggi dalam melakukan teknik menyikat gigi yang benar sebagai upaya pencegahan gigi berlubang. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterampilan menyikat gigi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menyikat gigi yang benar. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan kemampuan siswa dalam menyikat gigi dengan benar, dengan peningkatan rata-rata hasil evaluasi sebesar 44,4% dari pre-test ke post-test.
School-aged children are a group that is prone to dental caries. As many as 93% of young children in Indonesia have cavities, and only 1.1% brush their teeth correctly. School-aged children generally enjoy consuming sweet foods, chocolate, candy, and other foods containing sugar. The higher the sugar consumption, the higher the incidence of dental caries. Efforts that can be made to prevent dental caries include increasing knowledge about dental and oral hygiene and brushing teeth. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of students at SDN 12 Puhun Pintu Kabun, Bukittinggi City, in performing proper tooth brushing techniques as an effort to prevent cavities. The method used was an educational-participatory approach through counselling, demonstrations, and hands-on practice. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests as well as observation of tooth brushing skills. The results of the activity showed an increase in students' knowledge and skills in proper tooth brushing. This activity is expected to form positive habits of maintaining dental and oral health from an early age. The conclusion of this community service activity is that there was a significant increase in students' knowledge and ability to brush their teeth properly, with an average increase in evaluation results of 44.4% from the pre-test to the post-test.

