PENINGKATAN KEMAMPUAN KADER UNTUK MEMAKSIMALKAN KEPUASAN LAYANAN MASYARAKAT DI POSYANDU
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.19878065Keywords:
posyandu-service-health-primerAbstract
ABSTRAK
Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Salah satu faktor yang memengaruhi mutu pelayanan adalah kurangnya pengetahuan kader Posyandu tentang konsep pelayanan berbasis sistem "5 meja". Penelitian ini ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan layanan, sehingga berdampak pada meningkatnya Kepuasan masyarakat terhadap layanan Posyandu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Sampel penelitian terdiri dari 30 kader Posyandu yang terpilih dari 9 Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kedai Durian. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi praktik layanan kader sebelum dan sesudah mendapatkan pelatihan menggunakan media booklet. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, sebagian besar kader memberikan pelayanan dalam kategori baik (36,7%), sedangkan sesudah pelatihan meningkat (60%). Analisis statistik menggunakan Uji T-Dependent menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p = 0,001) antara praktik layanan kader sebelum dan sesudah intervensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan kader dengan media booklet berperan penting dalam meningkatkan praktik layanan kader Posyandu, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada peningkatan kepuasan pasien dan mutu pelayanan kesehatan di Posyandu.
ABSTRACT
Patient satisfaction is an important indicator for assessing the quality of healthcare services at primary health care facilities. One factor affecting service quality is the lack of knowledge among Posyandu cadres regarding the "5-table" service system. This study aimed to improve the ability of cadres in providing services, thereby enhancing community satisfaction with Posyandu services. A quantitative approach with a cross-sectional design was employed. The study sample consisted of 30 Posyandu cadres selected from 9 Posyandu within the working area of Puskesmas Kedai Durian. Data were collected through questionnaires and observations of cadre service practices before and after training using a booklet as a learning tool. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods. The results showed that before training, 36.7% of cadres provided services categorized as good, which increased to 60% after training. Statistical analysis using the paired t-test (T-
Dependent) indicated a significant difference (p = 0.001) between
cadre service practices before and after the intervention. The study concludes that training cadres with a booklet effectively improves Posyandu service practices, which in turn can contribute to increased patient satisfaction and enhanced quality of healthcare services at Posyandu.

